Dunia sebagai Ujian

     




    "Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpanya." peribahasa ini tak asing lagi terdengar di telinga. Mengartikan bahwa semakin berada di puncak suatu karier atau kedudukan semakin besar rintangan yang wajib dicoba. Terlihat sangat menantang. Menjadi pribadi yang memiliki jabatan tinggi, materi yang luas serta finansial yang cukup harus siap menghadapi banyaknya cobaan. "Namanya hidup, penuh cobaan kalau sekali saja namanya cobain". Tidak hanya itu, seluruh manusia pasti merasakannya. Ada takdir yang menentukan, manusia hanya bisa merencanakan. 

        Meskipun lelah asal berkah dan lillah. Tetap istiqomah menjalaninya. Sifat duniawi ini, lambat laun menggerogoti tubuh menjadi candu hingga lupa akan kehidupan abadi. Maka dari itu, penting untuk menjaga keistiqomahan hablumminallah wa hablumminannas. Sejatinya manusia diciptakan, hanya untuk beribadah kepada Allah. 

        Ketika seseorang yang beriman merasa mempunyai sesuatu, sontak ia akan membagikan sesuatu tersebut kepada orang yang membutuhkan. Seperti dalam sebuah hadits, "Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah". Artinya, berbagi meski dalam bentuk yang paling sederhana sekalipun, harus mengingat orang lain yang lebih membutuhkan.

        Self reminder, bahwa apapun yang ada di dunia ini adalah sebuah titipan. Hanya berbeda barang titipan. Orang kaya dengan titipan jabatan serta finansialnya, orang biasa dengan kekurangan yang dimiliki, orang miskin dengan segala keterbatasannya. Seperti dalam sebuah hadits dijelaskan "Setiap orang di dunia itu tidak lain hanya seorang tamu, sementara hartanya itu adalah titipan. Namanya tamu, pasti akan pergi dan titipan akan dikembalikan". Semuanya memiliki sisi lebih dan kurangnya. Always grateful!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencintai atau dicintai

Bingkis Kecewa